
Lahirnya Kelompok Studi Bedah Kulit Indonesia adalah pada Konas PERDOSKI IX di Surabaya (1999) . Dasarnya adalah kebutuhan para anggota PERDOSKI untuk dapat melakukan terapi bedah kulit pada pasiennya, dan minat sebagian anggota PERDOSKI untuk mengembangkan ilmu bedah kulit di Indonesia. Pada saat itu dipilih formatur adalah Prof DR Dr Marwali Harahap SpKK(sebagai Ketua) , Dr Edwin Djuanda SpKK, Dr Sudarto Oeiria Spkk, Dr Kun Jayanata SpKk dan Dr Indah Julianto Danukusumo SpKK.
Setelah 16 bulan berjalan, belum juga terbentuk pengurus Kelompok Studi, ditambah lagi dengan pengunduran diri Prof DR Dr Marwali Harahap SpKK; maka pengurus PERDOSKI Pusat mengadakan kembali rapat anggota kelompok studi Bedah Kulit di Semarang pada tanggal 9 November 2000. Hasil dari keputusan rapat yang dipimpin Ketua PERDOSKI Pusat Prof Dr Hardyanto Soebono SpKK adalah: menerima pengunduran diri Prof DR Dr Marwali Harahap; menugaskan keempat formatur lainnya untuk segera membentuk Pengurus dan Program Kerja Kelompok Studi Bedah Kulit, dengan ketua formatur Dr Edwin Djuanda SpKK.
